Kalian tentu ingat dengan band Melodic Death/Thrash Metal asal Trollhättan, Västra Götaland, Swedia yang menjadi artis roster Metal Blade Records, THE CROWN ? Yups, band ini sebelumnya bernama CROWN OF THORNS yang terbentuk sejak tahun 1990 dan memiliki 2 Album " The Burning " (1995) dan " Eternal Death " (1997) serta sebelumnya memperkenalkan diri dengan 2 demo " Forever Heaven Gone " (1993) dan " Forget the Light " (1994). dimotori oleh Vocalis Johan Lindstrand, Gitaris Marko Tervonen dan Robert Österberg, Bassis Magnus Olsfelt dan Drummer Janne Saarenpää, namun gitaris Robert Österberg tidak bertahan hingga tahun 1993 yang kemudian digantikan oleh Marcus Sunesson. Sejak mengenalkan Demo pertama, CROWN OF THORNS adalah Representasi yang keren dari Old School Death Metal dengan sentuhan terbaik style melodius Gothenburg worship. dikerjakan di EKO Studio Tanggal 24 hingga 26 Pebruari 1993, Rilisan format kaset sederhana ini hanya hadir dengan kemasan Xeroxed covers (Cover cuman diphoto copy doang) namun bagian kasetnya di cetak lebih Pro. dan perlu menjadi catatan penting, kalo semua materi ini akhirnya di rekam ulang untuk THE CROWN pada full album " Possessed 13 " (2003) pada Edisi Terbatasnya. seperti halnya demo pertama, pada demo ke dua juga direkam ulang untuk THE CROWN. 

2 demo itulah seperti biasa menjadi Tiket band bertemu untuk pertama kalinya dengan label Swedia, Black Sun Records, dari Induk perusahaan Dolores Recordings. Sayang Gitaris Robert Österberg tidak Ikut dalam penggarapan Album full Profesional pertama " The Burning " tahun 1995, meski dirinya sempat menulis 2 lagu didalamnya. Swedia memang memiliki salah satu scene metal paling mengesankan di awal 1990-an yang dibawa dalam lingkaran penuh oleh beberapa band berpengaruh termasuk At The Gates, Dark Tranquillity, dan In Flames. Pertunjukan itu hidup dan berkembang dengan penekanan kuat pada death metal melodius ketika band-band muda mulai bermunculan dengan ide-ide dan konsep-konsep baru mereka, tetapi seperti setiap scene, ada kelompok-kelompok yang tidak diperhatikan dan dibayangi oleh band-band lain. Meskipun beberapa band tidak mendapatkan perhatian yang seharusnya, CROWN OF THORNS berhasil menjadi yang paling diabaikan karena kurangnya perhatian yang mereka terima dan bakat band yang luar biasa. meskipun sedikit lebih modern dan kadang-kadang konsonan dalam kecenderungan harmonik implisitnya. Ini jelas sesuatu yang dapat dengan mudah memuaskan selera penggemar death metal paling tradisional untuk sesuatu yang berat dan menakutkan, meskipun sedikit sentuhan kegelapan melankolis yang terdengar dari waktu ke waktu yang juga dapat menarik perhatian beberapa orang yang simpatik dengan rilis terawal yang terkait dengan gaya Melodic Death Metal. 

Hanya berselang 2 Tahun, CROWN OF THORNS masih mengikat kontrak dengan Black Sun Records, akhirnya berhasil merilis full album ke-2 " Eternal Death ", Meskipun materinya kali ini tidak jauh dari kontur konsonan dalam progresi gitar yang juga ditemukan pada para pelopor awal Melodic Death Metal, faktor agresi dan kecepatannya jauh lebih jelas. Dengan kata lain, orang-orang ini memutar kembali kenangan beberapa tahun ke belakang ketika ambiguitas antara death dan thrash metal masih ditemukan di antara band-band seperti Teutonic Trio, Possessed, Death era pertengahan, dan beberapa band lain yang memadukan set riff yang lebih ortodoks untuk sound thrash akhir 80-an dengan gaya vokal yang lebih kasar. 

Eksistensi CROWN OF THORNS sempat vakum ditahun 1998, dan memutuskan kembali lagi hingga tahun 2004 namun menggunakan nama THE CROWN, meski 1 tahun kemudian mereka menggunakan nama DOBERMANN dan Puncaknya tahun 2009 mematenkan nama sebagai THE CROWN hingga sekarang. 

Kata-kata seperti esensial atau wajib tidak sepenuhnya menjelaskan apa yang terjadi di sini, tetapi untuk tujuan meringkas, unik adalah cara untuk mengungkapkannya. Tidak ada band Swedia, Finlandia, Jerman, atau Amerika yang paling terkenal yang mewakili karakteristik ini yang membawanya hingga ke arah ini, dan CROWN OF THORNS sendiri telah berganti nama sebelum mengembalikan yang asli. Seringkali album yang benar-benar menarik muncul di antara era di mana pendekatan tertentu terhadap suatu gaya menjadi sangat ditiru, dan meskipun ini keluar di tengah-tengah gaya In Flames dan Dark Tranquillity mendefinisikan apa yang sekarang kita kenal sebagai Gothenburg Sound, ini melihat kembali beberapa tahun sebelumnya ketika akar death/thrash dari style tersebut masih hadir. Dalam satu hal, sayang sekali album ini tidak lebih banyak ditiru, tetapi pada saat yang sama, keunikannya adalah hal utama yang menempatkannya di atas sebagian besar adegan yang diakui ramai dan sangat populer yang telah menjadi Melodic Death Metal.


Discography

Forever Heaven Gone ' Demo ' 1993      
Forget the Light ' Demo ' 1994      
The Burning ' Full-length ' 1995  
Eternal Death ' Full-length ' 1997